Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Politics » Hakim yang Diangkat Trump Justru Menolak Kebijakan Pemerintahannya Sendiri

Hakim yang Diangkat Trump Justru Menolak Kebijakan Pemerintahannya Sendiri

  • account_circle Moh. Fadli Ladjinta
  • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

IDNtribune.com, Washington, D.C – Sejumlah hakim federal yang diangkat oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memberikan putusan yang justru menentang kebijakan pemerintahan Trump.

Fenomena ini menunjukkan adanya ketegangan antara lembaga eksekutif dan yudikatif di bawah kepemimpinan Trump, meskipun sebagian besar hakim tersebut berasal dari pilihan politiknya sendiri.

Trump, melalui akun Truth Social, mengungkapkan kekecewaannya terhadap para hakim pilihannya setelah Hakim Karin Immergut, yang ia angkat pada masa jabatan pertamanya, menolak upayanya untuk menempatkan pasukan Garda Nasional di Portland. Hakim tersebut menyebut langkah Trump “tidak berdasar” dan berpotensi menjerumuskan negara ke dalam bentuk pemerintahan militer yang inkonstitusional.

Kekecewaan serupa pernah disampaikan Trump sebelumnya terhadap kelompok konservatif Federalist Society, yang ia nilai memberikan “nasihat buruk” dalam proses nominasi hakim pada masa jabatan pertamanya.

Kritik itu muncul setelah seorang hakim pilihannya sendiri menolak kewenangannya untuk memberlakukan tarif tinggi terhadap sejumlah mitra dagang Amerika Serikat.

Meskipun Trump dan para pendukungnya kerap menyerang hakim yang diangkat oleh Partai Demokrat dengan sebutan “radikal” atau “aktivis liberal”, sejumlah hakim pilihannya sendiri kini juga menjadi penghalang terhadap berbagai kebijakan kontroversial pemerintahannya.

Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, dalam pernyataan kepada awak media menegaskan bahwa kebijakan pemerintahan Trump telah berkali-kali dibenarkan oleh Mahkamah Agung, meskipun sering digugat oleh hakim-hakim di tingkat bawah. Ia menuding keputusan-keputusan yang tidak menguntungkan pemerintah berasal dari “hakim liberal yang bertindak melampaui kewenangannya.”

Namun, sejumlah hakim yang diangkat oleh Trump justru memberikan kritik keras terhadap pola hubungan eksekutif dengan lembaga yudikatif. Hakim Distrik AS Thomas Cullen, misalnya, menilai bahwa serangan verbal pemerintah terhadap hakim yang mengeluarkan putusan tidak sejalan dengan prinsip dasar konstitusi Amerika Serikat. Ia menyebut kampanye semacam itu sebagai “tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan disayangkan.”

Beberapa kasus penting menunjukkan sikap independen para hakim tersebut. Hakim Tim Kelly di Washington, D.C., menolak deportasi anak-anak asal Guatemala yang dilakukan secara mendadak oleh pemerintah, menyebut alasan yang diajukan “runtuh seperti rumah kartu.” Hakim Trevor McFadden menilai pengusiran Associated Press dari acara Gedung Putih sebagai tindakan inkonstitusional.

Dalam kasus ekonomi, Hakim Timothy Reif dari U.S. Court of International Trade menolak wewenang Trump untuk memberlakukan tarif sepihak terhadap negara mitra dagang, karena hal tersebut termasuk dalam kewenangan legislatif.

Selain itu, sejumlah hakim pilihan Trump juga menolak kebijakan deportasi massal warga Venezuela dengan menggunakan Alien Enemies Act, serta menentang kebijakan wajib tahanan terhadap imigran yang menunggu proses deportasi.

Sementara itu, Hakim Dabney Friedrich dan Mary McElroy juga menolak beberapa kebijakan administrasi Trump terkait pemotongan dana untuk program tunawisma dan kesehatan masyarakat, serta penyalahgunaan dana bantuan bencana sebagai bentuk tekanan politik terhadap negara bagian oposisi.

Putusan-putusan tersebut menunjukkan bahwa meskipun Trump berhasil menempatkan banyak hakim konservatif selama masa jabatannya, tidak semua dari mereka berpihak kepadanya. Sebaliknya, banyak yang tetap menjunjung tinggi independensi peradilan serta prinsip pemisahan kekuasaan antara cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif — prinsip dasar yang menjadi fondasi sistem pemerintahan Amerika Serikat.

  • Penulis: Moh. Fadli Ladjinta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balia Dance, a Healing Ritual of the Kaili Tribe

    Balia Dance: The Healing Ritual of the Kaili Tribe

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 207
    • 0Komentar

    IDNtribune.com, Palu – Central Sulawesi is the largest province on the island of Sulawesi, Indonesia. Its indigenous population consists of 15 ethnic groups, the largest of which is the Kaili tribe, whose members inhabit much of the province, including the regions of Donggala, Sigi, Palu, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Poso, Tomini Bay, and the coastal […]

  • Ilustrasi Kakek Nenek Sehat sampai tua.

    Lima Langkah Menjaga Kesehatan hingga Usia Lanjut

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 247
    • 0Komentar

    IDNtribune.com, Healt – Kesehatan merupakan aset berharga yang wajib dijaga sepanjang hayat. Upaya menjaga tubuh agar tetap bugar dan bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari penting dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung. Masyarakat dianjurkan untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan menghindari kebiasaan yang dapat membahayakan tubuh, seperti konsumsi […]

  • Direktur LBH SUlteng sekaligus Kuasa hukum korban, Julianer Aditia Warman, S.H., M.H.

    Dugaan KDRT Disertai Perselingkuhan Libatkan Oknum Hakim Pengadilan Tinggi Sulteng

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Moh. Fadli Ladjinta
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Palu, IDNtribune.com – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) diduga kembali terjadi di Kota Palu dan dialami oleh seorang perempuan berinisial EC (43) bersama anak sambungnya. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh suami korban yang merupakan oknum hakim berinisial AJK, yang saat ini bertugas di Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah. Korban menyampaikan bahwa tindakan kekerasan berupa pemukulan […]

  • Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin

    Attorney General: Forest Control Task Force Identifies 5,342.58 Hectares of Land in Sulawesi and Maluku

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Thomy Thomy Kristianto Hia
    • visibility 160
    • 0Komentar

    IDNtribune.com, Jakarta – Attorney General ST Burhanuddin announced that the Forest Area Control Task Force (Satgas Penertiban Kawasan Hutan or Satgas PKH) has successfully reclaimed more than 5,200 hectares of forest area previously used for illegal mining operations. “As of October 1, 2025, the Forest Area Control Task Force has managed to regain control over […]

  • Abdul Sahid, Bakal Calon Ketua DPC Partai Demokrat Parigi Moutong 2026

    Bursa Ketua DPC Demokrat Parimo 2026, Abdul Sahid Semakin Menguat

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Parigi Moutong, IDNtribune.com – Dinamika jelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Parigi Moutong terus berkembang. Dalam beberapa pekan terakhir, nama Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, semakin menguat sebagai salah satu kandidat potensial untuk menggantikan Ketua DPC Demokrat Parimo saat ini, Moh. Nur Rahmatu. Penguatan dukungan tersebut muncul seiring rekam jejak Abdul Sahid sebagai kader […]

  • Moment soft clubbing Bareng teman

    Fenomena Soft Clubbing: Gaya Hidup Malam yang Santai dan Seimbang di Kalangan Urban Muda

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 180
    • 0Komentar

    IDNtribune.com, Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah soft clubbing semakin populer di kalangan anak muda urban dan profesional muda. Tren ini menawarkan konsep berpesta dengan pendekatan yang lebih santai, elegan, dan mindful, berbeda dari clubbing konvensional yang identik dengan musik keras, konsumsi alkohol berlebihan, serta suasana ramai dan bising. Soft clubbing menekankan kenyamanan dan […]

expand_less